TUGAS 1: RESENSI KARYA

 

Kode Tugas          : T1

Nama                   : Erlangga Bhayangkara Gultom

NPM                    : 210104180094

Kelas                    : MPM-B

Semester               : 6

Mata Kuliah         : Editing Media

 

 

Judul Resensi Karya:

Menilik isi buku “Koala Kumal karya Raditya Dika

 

Data Karya:

Judul                           : Koala Kumal

Pengarang                   : Raditya Dika

Penerbit                       : Gagas Media

Tahun Terbit                : 2015

Jumlah Halaman          : 250 Halaman

 

Pembukaan Resensi

Raditya Dika atau yang kerap dipanggil Dika adalah penulis berbakat di Indonesia. Karya-karyanya yang telah dipublikasikan banyak yang akhirnya diangkat menjadi film yang mengundang banyak penonton. Selain menjadi penulis, ia juga sekaligus menjadi komedian dengan gaya stand up comedy dan juga Youtubers dengan 9.24 juta subscribers. Dari karya-karya yang telah ia buat, ia meraih banyak penghargaan, diantaranya, di tahun 2015, ia menjadi “Digital Persona of The Year” dan pada tahun 2016 ia mendapatkan achievement sebagai Innovative Person of The Year yang dua-duanya ia raih dari ajang penghargaan Indonesian Choice Awards.

Buku-buku yang ia tulis tergolong sebagai genre yang terbilang baru. Pada saat ia merilis buku, banyak penulis lainnya yang belum masuk ke dunia tulisan komedi seperti Raditya Dika yang juga ia buat dengan gaya personal essay .Dibandingkan dengan penulis yang lain, ia memiliki satu ciri khas, yaitu pada setiap karya yang ia buat, ia selalu memberikan judul dari karya-karyanya tersebut dengan mengangkat nama-nama hewan. Contohnya, seperti “Manusia Setengah Salmon”, dan juga “Koala Kumal”

Novel Koala Kumal ini merupakan Novel ke 7 yang ia rilis. Koala Kumal juga menjadi novel yang ditunggu-tunggu oleh penggemarnya setelah 3 tahun ia absen menulis pada saat itu karena ia disibukkan dengan project serial Televisi bertajuk “Malam Minggu Miko” dan film dari adaptasi-adaptasi novelnya.

Sama halnya dengan novel-noel yang ia tulis sebelumnya, Koala Kumal juga menceritakan kisah hidup dari Raditya Dika, yang lebih spesifiknya, ia menceritakan dalam buku ini perjalanan cintanya mulai Dari SD yang selalu tak berhasil, tips-tips untuk mendekati perempuan, dan masih banyak lagi ia ceritakan dalam buku ini.

Novel ini juga menjadi salah satu novel Raditya Dika yang langsung melejit angka pembeliannya pada saat itu. Bagaimana tidak, orang-orang menadadak ingin memilikinya karena sedang booming atau juga penasaran dengan isi buku tersebut.

Koala Kumal merupakan buku yang tidak terllau kental lagi unsur komedinya. Cerita yang ada dibuku ini terasa tidak begitu ‘mengejutkan’seperti buku-buku sebelumnya. Cerita didalamnya cenderung lebih banyak galau-galaunya, menjadikan buku tersebut agak membosankan untuk buku bergenre komedi.

Buku ini lucu, seperti buku yang ia tulis sebelumnya. Namun, ada buku ini dalam deretan buku ber-genre komedi lainnya sepertinya salah alamat. Dalam buku ini, banyak membuat kita berpikir dan merenung. Disamping itu, banyak juga pelajaran yang dapat diambil dari buku ini.

 

 

Isi Resensi Karya

Dalam novel ini, menceritakan tentang seorang laki-laki bernama Dika. Ia mengalami patah hati karena baru saja batal menikah karena wanita yang hendak ia nikahi tersebut selingkuh dengan pria tampan bernama James. Karena hal tersebut, Dika yang merupakan seorang penulis merasa frustasi dan kesulitan dalam memyelesaikan bab terakhir dari buku yang sedang ia tulis.

Pada suatu hari, ada pertemuan tak disengaja antara Dika dengan seorang gadis cantik serta unik bernama Trisna. Pertemuan itu berlanjut dengan sebuah pertemanan diantara keduanya. Sisi unik dari Trisna menjadikan Dika merubah pandangan pesimisnya terhadap dunia. Seiring berjalannya waktu, hubungannya dengan Trisna menjadi semakin akrab.

Mengetahui Dika belum menyelesaikan buku yang ia tulis, Trisna berkeinginan untuk membantu Dika dalam menyelesaikan bab akhir bukunya tersebut. Trisna juga berupaya agar Dika tidak merasakan patah hati dengan segala cara. Ia pun terus memotivasi Dika untuk dapat bangkit dari patah hatinya dan membalaskan dendamnya pad agadis yang gagal ia nikahi pada saat itu. Banyak hal yang menjadikan hubungannya semakin erat dari waktu ke waktu.

Buku ini sebagian besar menceritakan kegaualan Dika. Dari awalnya yang ketawa-ketawa, sampai ke tengah agak mulai membosankan, sampai akhirnya banyak merenung. Disamping itu, ada banyak sisipan pelajaran yang bisa diambl dari setiap ceritanya. Salah satunya, dalam bab Menciptakan Miko, Dika membagi pengalamannya menjadi sutradara, penulis skenario sekaligus pemain sebuah siaran komedi. Ada beberapa dialog yang saya sukai dalam buku ini, yaitu pada saat Dika berbincang dengan mamanya

Dik, kamu tahu gak istilah Mama untuk orang yang sudah merasakan patah hati?

Apa, Ma?

Nyokap menatap gue, lalu bilang, ‘Dewasa.”

Koala Kumal memiliki banyak nilai-nilai yang terkandung didalamnya. Diantaranya, bagaimana cara kita bangkit pada saat kita terpuruk karena patah hati, tips-tips agar tidak jatuh di kesalahan yang sama. Dika juga memberikan pelajaran bahwa cinta itu membutuhkan perjuangan, baik itu mempertahankan kenyamanannya, atau untuk mempertahankan long distance relationship  yang seperti kita tahu banyak mengalami cobaan.

Sampul yang menarik menjadikan buku ini menarik banyak peminat. Koala yang menjadi mascot dalam cover buku ini memiliki arti yang dijelaskan penulis di bab terakhirnya. Tak hanya bahasanya yang ringan, buku ini juga memiliki nilai tambah yang membuat buku ini semakin menarik.

Namun, banyak kata-kata yang terkesan vulgar dan bebrapa bahasa gaul yang membuat pembaca diluar segmentasi penulisnya kurang mengerti. Klimaks yang ada dalam buku ini terkesan garing, cerita yang mudah ditebak. Selain itu ada juga sisi negatif dari dialog yang ada dalam buku ini, seperti dendam dan lain sebagainya. Dan juga terdapat banyak tulisan yang typo yang sepertinya hal tersebut terjadi karena perilisan buku yang terburu-buru.

 

Penutup Resensi Karya

Novel bertajuk Koala Kumal ini sangat baik untuk dijadikan bahan bacaan untuk orang deasa hingga remaja. Mengingat banyak bahasa yang vulgar yang tidak pantas dibaca oleh anak-anak. Novel bergenre komedi ini lumayan menghibur jika dibaca pada saat pembaca telah melalui padatanya aktivitas.

 

23645640

 

 

 

 

Comments

Popular posts from this blog

LATIHAN 1: RESENSI KARYA